Maaf Jurgen Klopp, Manchester City Sudah Di Trofi Liga Primer Inggris

Maaf Jurgen Klopp, Manchester City Sudah Di Trofi Liga Primer Inggris

PasaranSBO – Sang juara bertahan kembali ke puncak klasemen Liga Primer berkat kemenangan 2-0 atas Manchester United. Persis sepekan setelah Manchester City berhasil menghindarkan diri dari kehancuran musim, pasukan Pep Guardiola untuk kesekian kali memperlihatkan lagi karakter dan kemampuan untuk meraih kemenangan yang membuat mereka berada di posisi terdepan untuk mengamankan gelar juara Liga Primer Inggris seperti yang di kutip oleh Berita Bola.

Trofi Liga Champions yang selama ini jadi incaran the Citizens dipastikan gagal diraih setelah secara mengejutkan mereka tersungkur di hadapan Tottenham Hotspur. Akan tetapi City masih beredar di jalur treble berkat kesuksesan menghantam si Setan Merah.

Skuat Pep Guardiola sekarang hanya terpisah tiga kemenangan dari status penguasa sepakbola Inggris. Jika berhasil melakukannya, mereka bakal menutup musim dengan 98 poin, terpaut dua dari yang mereka capai pada musim lalu.

Tugas belum selesai memang, apalagi Burnley di kandang sendiri dikenal ngotot dan hal-hal aneh juga sering terjadi di laga yang melibatkan Leicester dan Brighton.

Tetapi City sudah dekat.

Satu tangan City berada di trofi EPL berkat kemenangan di tiga laga yang diprioritaskan oleh Guardiola pada awal bulan ini. Pelatih asal Spanyol tersebut tahu persis, saat dia menurunkan pemain di leg pertama lawan Tottenham, dia juga butuh pemain yang segar pada laga EPL saat bertandang ke markas Crystal Palace, dan juga di laga krusial lawan Spurs lalu Manchester United.

Banyak pihak menerka-nerka bagaimana City akan bereaksi setelah ditendang Spurs di Eropa, tetapi mereka berhasil meraih kemenangan 1-0 yang jadi modal besar pada duel keras berikutnya di Old Tarfford.

Dan duel panas di Old Trafford sepertinya memang sudah ditakdirkan terjadi mengingat United harus menyuguhkan reaksi positif setelah menelan kekalahan memalukan dari Everton.

Di kalangan fans tercipta debat mengular terkait apakah United ingin meraih kemenangan atas City atau tidak karena hal tersebut bisa memuluskan langkah Liverpool menuju tangga juara. Jika benar itu yang terjadi, para pemain polesan Ole Gunnar Solksjaer berhasil melakukannya dengan brilian.

United tidak banyak melakukan kesalahan dan membuat City kesulitan. Analisis setelah pertandingan memang memperlihatkan tuan rumah gagal mengancam tetapi mereka juga berhasil menjinakkan permainan City terutama di babak pertama.

Kombinasi umpan maut khas Guardiola gagal mengancam gawang De Gea sementara Vincent Kompany dan Oleksandr Zinchenko dibekukan oleh kartu kuning.

Fernandinho tampak ceroboh saat menguasai bola namun dia bekerja sangat keras untuk menjadi raja di lini tengah hingga bola kedua yang didapat United tidak pernah bertransformasi menjadi sebuah ancaman serius.

Jadi, ketika bintang Brasil tersebut meninggalkan lapangan di awal babak kedua, situasinya tidak terlalu menjanjikan juga bagi the Blues. Leroy Sane kemudian dimasukkan dan Bernardo Silva bergeser ke lini tengah. Sebuah formasi yang diinginkan oleh fans City sejak menit pertama.

Maaf Jurgen Klopp, Manchester City Sudah Di Trofi Liga Primer Inggris

Pada situasi ini pendapat fans City rasanya benar dan Guardiola keliru, karena jalannya pertandingan mulai berubah.

City merajalela di sisi kiri lapangan, kehadiran Sane membantu banyak tim dalam mengembangkan permainan. Gol belum tercipta tetapi mereka sudah menuju ritme permainan terbaik menurut Berita Bola.

Lalu Bernardo Silva melakukan rutinitasnya. Sane tidak bermain sejak menit pertama karena bintang asal Portugal ini dinilai lebih rapi dan menjanjikan. Dia memberi bukti saat menerima umpan dari Ilkay Gundogan yang ditarik ke belakang menutup posisi yang ditinggalkan Fernandinho untuk menjajaki kans menjebol gawang.

Seperti biasa Bernardo melakukan satu atau dua langkah dan melepaskan tembakan mendatar yang sebenarnya tidak terlalu keras tetapi akurat. David De Gea tidak berdaya. 1-0.

De Gea seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik saat Sane mencetak gol kedua untuk City. Pemain ini memang tidak sekonsisten dan fantastis seperti halnya Raheem Sterling atau Bernardo Silva, tetapi jelas dia punya banyak hal yang bisa diberikan untuk klub.

Pada posisi United tertinggal satu gol, Sterling menerima bola dan melesat ke depan untuk memberikannya pada Sane di sisi kiri. Pemain Jerman ini kemudian melepaskan tembakan yang lebih keras dari Bernando, tembakannya kurang akurat tetapi hasilnya sama. De Gea mencoba menepis namun bola tetap menggetarkan jala gawang.

Gol Sane mengakhiri kontes. Guardiola kemudian memilih untuk menyaksikan sisa pertandingan di bench ketimbang di area teknik.

Guardiola sering mengatakan tidak mau berlama-lama di sisi lapangan ketika tua nanti dan dengan tekanan yang sering menghampirinya, cukup mudah untuk membayangkan dia bakal pensiun lebih cepat dari pelatih-pelatih lainnya.

Setidaknya sekarang Guardiola bisa menghela nafas panjang. Atau mungkin tidak juga. Gundogan harus meninggalkan lapangan karena cedera sementara laga krusial di Turf Moor sudah menanti. Secara tidak langsung, City sekarang rapuh di lini tengah. Sebuah masalah krusial bagi mereka seperti yang di kutip Berita Bola.

Tetapi satu hal yang pasti Guardiola tidak akan mau bersedia bertukar posisi dengan tim manapun sat ini. Gelar juara semakin dekat dan satu tangan mereka telah menyentuh trofi.

“Saya pikir pertandingan ini adalah yang tersulit dengan detail terbaik terlihat dari para pemain,” kata Guardiola kepada Berita Bola setelah mengalahkan Spurs pada pekan lalu.
“Anda tidak bisa membayangkan bagaimana sulitnya situasi kami setelah tersingkir dari Liga Champions. Sangat sulit, Kemudian kami harus menghadapi Tottenham lagi di kandang. Bukan performa terbaik namun kami tetap bertahan di jalur juara.”
“Bagaimana kami bereaksi adalah hal paling penting dari semua yang Anda katakan soal meraih tiga kemenangan beruntun, apalagi jika mengingat segala tekanan yang menghampiri tim. Sejatinya tidak ada yang akan berubah. Menang atau kalah tim ini mendapat respek tebaik dari saya.” yang di katakan Guardiola kepada┬áBerita Bola.

Jika sebelumnya City kurang mendapat penghormatan, sekarang mereka akan meraihnya dari semua pemerhati sepakbola. Sebuah musim yang luar biasa dari City!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *